Ini Dosa Suami Terhadap Isteri yang Membuatkan Suami Dib@kar Allah di Neeraka

PALING mudah ialah menunjuk kesalahan orang lain tapi sering lupa kesalahan yang dilakukan oleh diri sendiri. Kita sering menuntut hak dari orang lain, tetapi mengabai terhadap kewajiban sendiri. Termasuk juga seorang suami. Maka, hanya suami yang berani dan bertanggungjawab sajalah yang bersedia melakukan introspeksidengan melihat 10 dosa yang paling banyak dilakukan oleh suami terhadap isteri, adakah ada yang pernah atau sedang kita lakukan?

1. Tidak mengajar ilmu agama pada isteri

Suami yang memberi nafkah, membelikan rumah, kenderaan, memenuhi segala keperluan hidup mungkin ada banyak, namun berapa banyak yang ingat kewajibannya untuk mengajarkan ilmu agama pada isteri dan anak-anaknya?

Padahal sudah menjadi kewajiban suami untuk memelihara diri dan keluarga yang dipimpinnya dari perihnya az ab ku bur dan siksa neraka.

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu & keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia & batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras & tidak mendurhakai Allah terhadap apa yg di perintahkan-Nya kepada mereka & selalu mengerjakan apa yang diperintakan,” (QS. At-Tahrim:6).

2. Tidak merasa cem buru terhadap isteri

Isteri jalan-jalan ke luar rumah, ke sana-ke mari dengan lelaki lain, membuka auratnya ke mana-mana namun suami tidak merasa cem buru. Ini adalah salah satu kesalahan besar yang dilakukan oleh suami.

“Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kia mat yaitu seseorang yang durha ka kepada kedua orang tuanya, wanita yang menyerupai lelaki dan ad-Dayyuts,” (H.R. An-Nasa’i dinilai ‘hasan’ oleh syeikh Albani, lihat ash-Shahihah : 674).

Dan ad-Dayyuts(dayus) adalah lelaki yang tidak memiliki kecem buruan terhadap keluarga/isterinya.

3. Tidak memberi ‘wang belanja’ atau nafkah untuk isteri

Sudah banyak contoh para suami yang tidak memberikan nafkah sama sekali, ini merupakan dosa yang luar biasa.

Bayangkan seorang wanita yang telah rela mening galkan kedua orang tuanya untuk hidup mengabdi pada suami, bahkan rela mengandung anak dan melahirkannya untuk si suami, namun diperlakukan seperti binatang peliharaan yang terabaikan dengan tidak diberi nafkah. Sungguh suami telah berbuat dosa besar jika melakukan hal ini.

”Rasululluah bersabda, seseorang cukup dipandang berdosa bila ia menelantarkan belanja orang yang menjadi tanggung jawabnya,” (HR.Abu Dawud no.1442 CD, Muslim, Ahmad, dan Thabarani).

4. Membiarkan isteri yang bekerja atau menafkahi diri suami dan juga menjadi suami yang dipimpin isteri

Ada suami yang ditanggung isterinya yang bekerja siang-malam, padahal si suami tidak punya alasan atau udzur syar’i yang membolehkannya tidak bekerja.

”Tidak akan beruntung suatu kaum yang dipimpin oleh seorang wanita,“(HR.Ahmad n0.19612 CD, Bukhari,Tirmidzi,dan Nasa’i).

Hadts di atas termasuk juga seorang suami yang takut pada isterinya sehingga segala keputusan dan tindakannya dibuat oleh si isteri.

5. Membenci isteri sendiri

Kesalahan lain suami adalah membe nci isteri sendiri. Padahal Rasulullah telah mengingatkan:

“Janganlah seorang suami yang beriman membe nci isterinya yang beriman. Jika dia tidak menyukai satu akhlak darinya, dia pasti meridhai akhlak lain darinya,” (H.R. Muslim).

6. Enggan membantu isteri melakukan kerja rumah

Tidak sedikit suami yang enggan membantu pekerjaan kerja rumah, padahal Rasulullah sendiri telah membantu isterinya dalam persoalan rumahan sekalipun.

“Beliau (Rasulullah) membantu pekerjaan isterinya & jika datang waktu solat, maka beliau pun keluar untuk solat,” (H.R. Bukhari).

7. Menyebarkan aib isteri terutama tentang hubungan jimak pada kawan-kawan

“Sesungguhnya di antara orang yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari kiamat adalah seseorang yang menggauli isterinya & isterinya menggaulinya kemudian dia menyebarkan rhasia-rahsia isterinya,” (H.R. Muslim).

8. Berpoligami tanpa mengindahkan aturan dan ketentuan syariat

“Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinlah) seorang saja,” (Q.S An-Nisa: 3).

9. Ringan tangan memu kul atau menyaki ti tubuh istri dan menjelek-jelekkannya di hadapan orang lain

“Hendaklah engkau memberinya makan jika engkau makan, memberinya pakaian jika engkau berpakaian, tidak memukul wajah, tidak menjelek-jelekkannya…” (H.R. Ibnu Majah disahihkan oleh Syeikh Albani).

10. Bersikap baik pada orang lain, namun begitu bu ruk dan kasar perlakuannya pada isteri sendiri

Padahal yang paling berhak menilai seseorang itu baik atau bu ruk bukanlah orang lain, melainkan pasangan kita sendiri. “Mukmin yang paling sempurna adalah yang paling baik akhlaknya. Dan sebaik–baik kalian adalah yang paling baik tehadap isteri-isterinya,” (H.R. at-Tirmidzi, disahihkan oleh Syeikh Albani)

SUMBER